Kenapa Indonesia harus beralih ke IFRS (International Financial Reporting Standard)? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan IFRS?
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
Saat ini IFRS telah digunakan lebih dari 100 negara, berlaku untuk semua negara di Uni Eropa pada tahun 2005. Brasil, Kanada dan India telah mengumumkan kewajiban untuk menggunakan IFRS bagi perusahaan-perusahaan yang berlokasi di negara tersebut. Pada tahun 2011 diperkirakan semua negara besar sudah mengadopsi IFRS dengan berbagai variasinya, China dan Jepang secara substansi akan menyesuaiakan dengan IFRS dan perusahaan go public di Amerika Serikat akan mempunyai pilihan apakan menggunakan IFRS atau US GAAP.
Struktur IFRS ( International Financial Reporting Standard ) mencakup:
• International Financial ReportingStandards (IFRS) – standar yang di terbitkan setelah tahun 2001
• International Accounting Standards (IAS) –standar yang diterbitkan sebelum tahun2001
• Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) –setelah tahun 2001
• Interpretations yang diterbitkan olehStanding Interpretations Committee (SIC).
Tujuan IFRS adalah : memastikan bahwa laporan keuangan intern perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :
1. transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang peiode yang disajikan
2. menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
3. dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.
Manfaat dari adanya suatu standard global:
1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi lokal
2. investor dapat membuat keputusan yang lebih baik
3. perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan mengenai merger dan akuisisi
4. gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas tertinggi.
Di dunia internasional, IFRS telah diadopsi oleh banyak negara, termasuk negara-negara Uni Eropa, Afrika, Asia,Amerika Latin dan Australia. Di kawasan Asia, HongKong, Filipina dan Singapura pun telah mengadopsinya.Sejak 2008, diperkirakan sekitar 80 negara mengharuskan perusahaan yang telah terdaftar dalam bursa efek global menerapkan IFRS dalam mempersiapkan dan mempresentasikan laporan keuangannya.
Munculnya IFRS tak bisa lepas dari perkembangan global, terutama yang terjadi pada pasar modal. perkembangan teknologi informasi (TI) di lingkungan pasar yang terjadi begitu cepat dengan sendirinya berdampak pada banyak aspek di pasar modal, mulai dari model dan standar pelaporan keuangan, relativisme jarak dalam pergerakan modal, hingga ketersediaan jaringan informasi ke seluruh dunia.
Dengan kemajuan dan kecanggihan TI pasar modal jutaan atau bahkan miliaran investasi dapat dengan mudah masuk ke lantai pasar modal di seluruh penjuru dunia. Pergerakan mereka tak bisa dihalangi teritori negara. Perkembangan yang mengglobal seperti ini dengan sendirinya menuntut adanya satu standar akuntansi yang dibutuhkan baik oleh pasar modal atau lembaga yang memiliki agency problem.
IASC dibentuk pada 1973 oleh badan-badan atau asosiasi-asosiasi profesi dari negara-negara Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, dan Inggris. Komite ini kemudian menyepakati standar akuntansi internasional yang dikenal sebagai IAS. Inilah yang menjadi cikal bakal munculnya IFRS. Agency Problem adalah masalah jarak antara Principle dan agent yang dalam relasi membutuhkan jembatan antara pemilik dan buruh atau pekerja yang disebut agency relation, yaitu informasi. Informasi adalah berupa laporan tentang aset, resources, dan lainnya yang berhubungan dengan keadaan perusahaan yang dibuat oleh agent dan diserahkan kepada principles (pemilik). Biaya yang dikeluarkan untuk menjaga hubungan baik antara principles dan agent disebut agency cost. Fenomena inilah yang kemudian mendorong International Accounting Standard Boards (IASC) melakukan percepatan harmonisasi standar akuntansi internasional melalui apa yang disebut IFRS.
Sejarahnya pun cukup panjang dan berliku. Pada 1982, International Financial Accounting Standard (IFAC) mendorong IASC sebagai standar akuntansi global. Hal yang sama dilakukan Federasi Akuntan Eropa pada 1989. Pada 1995, negara-negara Uni Eropa menandatangani kesepakatan untuk menggunakan IAS. Setahun kemudian, US-SEC (Badan Pengawas Pasar Modal AS) berinisiatif untuk mulai mengikuti GAS. Pada 1998 jumlah anggota IFAC/IASC mencapai 140 badan/asosiasi yang tersebar di 101 negara. Akhirnya, pertemuan menteri keuangan negara-negara yang tergabung dalam G-7 dan Dana Moneter Internasional pada 1999 menyepakati dilakukannya penguatan struktur keuangan dunia melalui IAS. Pada 2001, dibentuk IASB sebagai IASC. Tujuannya untuk melakukan konvergensi ke GAS dengan kualitas yang meliputi prinsip-prinsip laporan keuangan dengan standar tunggal yang transparan, bisa dipertanggung jawabkan, comparable, dan berguna bagi pasar modal. Pada 2001, IASC, IASB dan SIC mengadopsi IASB. Pada 2002, FASB dan IASB sepakat untuk melakukan konvergensi standar akuntansi US GAAP dan IFRS. Langkah itu untuk menjadikan kedua standar tersebut menjadi compatible.
KONVERGENSI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ( SAK ) MENUJU IFRS
Dua puluh Sembilan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) masuk dalam program konvergensi IFRS yang dicanangkan DSAK IAI tahun 2009 dan 2010.
“Sasaran konvergensi IFRS yang telah dicanangkan IAI pada tahun 2012 adalah merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif tahun 2011/2012,” demikian disampaikan Ketua DSAK IAI Rosita Uli Sinaga pada Public Hearing Eksposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan, di Jakarta Kamis 20 Agustus 2009 lalu.
Program konvergensi DSAK selama tahun 2009 adalah sebanyak 12 Standar, yang meliputi:
1. IFRS 2 Share-based payment
2. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates
3. IAS 27 Consolidated and separate financial statements
4. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations
5. IAS 28 Investments in associates
6. IFRS 7 Financial instruments: disclosures
7. IFRS 8 Operating segment
8. IAS 31 Interests in joint ventures
9. IAS 1 Presentation of financial
10.IAS 36 Impairment of assets
11.IAS 37 Provisions, contingent liabilities and contingent asset
12.IAS 8 Accounting policies, changes in accounting estimates and errors
Program konvergensi DSAK selama tahun 2010 adalah sebanyak 17 Standar sebagai berikut:
1. IAS 7 Cash flow statements
2. IAS 41 Agriculture
3. IAS 20 Accounting for government grants and disclosure of government assistance
4. IAS 29 Financial reporting in hyperinflationary economies
5. IAS 24 Related party disclosures
6. IAS 38 Intangible Asset
7. IFRS 3 Business Combination
8. IFRS 4 Insurance Contract
9. IAS 33 Earnings per share
10.IAS 19 Employee Benefits
11.IAS 34 Interim financial reporting
12.IAS 10 Events after the Reporting Period
13.IAS 11 Construction Contracts
14.IAS 18 Revenue
15.IAS 12 Income Taxes
16.IFRS 6 Exploration for and Evaluation of Mineral Resources
17.IAS 26 Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plan.
Program Kerja DSAK lainnya yaitu: Mencabut PSAK yang sudah tidak relevan karena mengadopsi IFRS; Mencabut PSAK Industri; Mereformat PSAK yang telah diadopsi dari IFRS dan diterbitkan sebelum 2009; Melakukan kodifikasi penomoran PSAK dan konsistensi penggunaan istilah; Mengadopsi IFRIC dan SIC per 1 January 2009; Memberikan komentar dan masukan untuk Exposure Draft dan Discussion Paper IASB; Aktif berpartisipasi dalam berbagai pertemuan organisasi standard setter, pembuat standar regional/internasional; serta Menjalin kerjasama lebih efektif dengan regulator, asosiasi industri dan universitas dalam rangka konvergensi IFRS. (sumber: Ikatan Akuntan Indonesia).
Menuju Penerapan IFRS di Indonesia Tahun 2012
Kegiatan yang dihadiri oleh penyusun standar akuntansi keuangan, pembuat kebijakan, regulator dan pemerintah dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, Boediono. Dalam kata sambutan pembukaan The 5th IFRS Regional Policy Forum yang berlangsung di Discovery Kartika Hotel, Bali (23 sampai dengan 26 Mei 2011), ia meminta kepada seluruh pembuat kebijakan di Indonesia untuk mendukung konvergensi IFRS. Menurut Boediono, konvergensi ke IFRS bukan hanya merupakan isu di bidang akuntansi saja tetapi lebih kepada tujuan utama dari konvergensi IFRS yaitu untuk meningkatkan kualitas dan transparansi pelaporan keuangan dari seluruh perusahaan yang ada di Indonesia.
“Saya senang konvergensi IFRS didukung oleh para pembuat kebijakan di Indonesia seperti Bappepam-LK, Bank Indonesia, dan Kementerian BUMN diantaranya dengan mendorong penerapan IFRS-Based GAAP. “ tegasnya. Ia berharap agar langkah ini diikuti oleh para pembuat kebijakan lainnya di Indonesia sehingga para pelaku bisnis di Indonesia dapat menikmati manfaat dari sinergitas tersebut.
Ia juga menyadari bahwa konvergensi Standar Akuntansi Indonesia ke IFRS bukan hal yang mudah, tetapi dengan dukungan dan komitmen semua pihak, langkah konvergensi IFRS akan berhasil. “Semua sektor bisnis di Indonesia harus mempersiapkan diri untuk penerapan IFRS,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPN Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Prof Mardiasmo, juga mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dan strategis untuk Indonesia karena kita bisa menceritakan kepada dunia bagaimana perkembangan konvergensi IFRS di Indonesia. “Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah diselenggarakannya The 5th Regional Policy Forum,” tegas Mardiasmo.
Menurutnya, Indonesia melalui IAI telah berkomitmen untuk mengadopsi IFRS pada tahun 2012. Ia yakin dengan dukungan semua pihak termasuk seluruh undangan, IAI dapat menyelesaikan konvergensi IFRS pada tahun 2012.
Sementara itu, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, dalam kata sambutannya juga menyampaikan appresiasinya kepada penyelenggara dengan diberikannya kepercayaan kepada Kota Bali sebagai tempat diselenggarakannya The 5th Regional Policy Forum. Ia berharap forum yang dihadiri lebih dari 300 peserta dari 21 negara ini dapat menghasilkan pernyataan bersama (communique) yang dapat memperkuat komitmen konvergensi IFRS di 21 negara kawasan Asia-Oceania.
Konvergensi IFRS diakui sebagai fenomena gobal dimana semakin banyak negara-negara di dunia mengadopsi standar akuntansi internasional ini. Terlebih, negara-negara yang tergabung dalam G-20, termasuk Indonesia telah sepakat untuk melakukan konvergensi standar ke IFRS.
Beberapa topik yang menarik dibahas dalam kegiatan ini diantaranya, bagaimana peran penyusun standar akuntansi lokal akibat suatu negara telah mengadopsi standar akuntansi internasional, peran regulator pasar modal terhadap suksesnya konvergensi IFRS suatu negara. (NUK’S-HUMAS BPKP)
refrensi :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/ifrs-3/
http://hepiprayudi.wordpress.com/tag/ifrs/
http://www.bpkp.go.id/berita/read/5907/90/Menuju-Penerapan-IFRS-di-Indonesia-Tahun-2012.bpkp
http://olivya-permata.blogspot.com/2012/03/fenomena-fenomena-ifrs-di-dunia-dan-di.html
http://www.scribd.com/doc/40773968/Definisi-Dan-Sejarah-Ifrs
Sabtu, 24 Maret 2012
FENOMENA IFRS DI INDONESIA
Diposting oleh Nina Gusnedy di 08.32 0 komentar
Rabu, 04 Januari 2012
Etika Profesi
Tugas Softskill
1. Mengapa suatu profesi perlu Etika, Jelaskan pendapat saudara !
Jawab : suatu profesi selain harus bertindak profesinalisme, juga harus memiliki etika. dari pengertian etika itu sendiri merupakan suatu dasar pedoman bagi manusia dalam berssikap dan berprilaku dimana didalamnya berisi garis besar nilai moral dan norma yang mengatur kehidupan manusia agar lebih teratut. tanpa adanya etika berarti setiap orang akan melakukan tindakan - tindakan yang tidak menyenangkan, maka dari itu suatu profesi memerlukan etika.
2. Apa yang anda ketahui tentang IAI ( ikatan akuntan indonesia ), jelaskan dengan singkat dan padat !
Jawab : IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) adalah wadah organisasi profesi akuntan Indonesia yang diakui pemerintah.
anggota IAI dapat dibagi menjadi :
a. anggota individu : terdiri dari anggota biasa, anggota luar biasa dan anggota kehormatan.
- anggota biasa merupakan pemegang gelar akuntan atau sebutan akuntan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan pemegang sertifikat profesi akuntan yang diakui oleh IAI
- anggota luar biasa merupakan sarjana ekonomi jurusan akuntansi atau yang serupa sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku yang terkait dengan profesi akuntan.
- anggota kehormatan merupakan warga negara Indonesia yang telah berjasa bagi perkembangan profesi akuntan di Indonesia.
b. anggota assosiasi : pada saat ini IAI telah memiliki satu anggota Asosiasi yaitu Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yang sebelumnya tergabung dalam IAI sebagai Kompartemen Akuntan Publik.
c. anggota perusahaan : Perusahaan pengguna jasa profesi akuntan sebagai corporate member. Pada akhir tahun 2007, jumlah corporate member mencapai 72 perusahaan, baik perusahaan terbuka maupun tertutup.
d. anggota junior : IAI juga membuka keanggotaan selain para akuntan, yaitu para mahasiswa akuntansi yang tergabung dalam junior member.
Refrensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_Akuntan_Indonesia
Diposting oleh Nina Gusnedy di 15.35 0 komentar
Rabu, 23 November 2011
Perilaku Etika Dalam Bisnis di Era Saat ini
1. Bagaimana pendapat saudara tentang pernyataan kompetisi lambang ketamakan ?
Jawab :
Pernyataan kompetisi lambang ketamakan menurut saya itu merupakan hal yang sedang terjadi saat ini dan berdampak sangat negative. Dimana setiap orang yang beranggapan bahwa kompetisi itu sesuatu hal yang harus dicapai, maka orang - orang akan melakukan hal apapun demi ambisi nya untuk menjadi yang terbaik demi suatu tujuan tertentu yang hanya menguntungkan diri sendiri meskipun akan berakibat buruk bagi orang lain. Dalam hal ini terlihat jelas jika setiap orang beranggapan bahwa kompetisi itu suatu ambisi yang harus di capai dengan cara apapun dan ambisi tersebut akan mengarah kepada hal - hal negatif yang akhirnya akan merugikan orang banyak (pesaing).
2. Berilah contoh penerapan moral dalam dunia bisnis di era pasar bebas saat ini !
Jawab :
- bersaing secara sehat
- melakukan yang terbaik dalam dunia bisnis
- menghindari sifat 5K ( katabelece, kongkalikong, koneksi, kolusi dan komisi )
- konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati
- jujur dalam melakukan bisnis
3. Sebutkan contoh dari situasi benturan kepentingan dalam dunia bisnis minimal 4 dari kategori yang ada !
Jawab :
- segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.
Contoh :
Ketika seorang pegawai mendapatkan tugas keluar kota dari perusahaan tempat ia bekerja lalu memanfaatkan sebagian waktunya untuk berlibur.
- segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga ( famili ), atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut.
Contoh :
Seorang pegawai disuatu perusahaan memasukkan anggota keluarganya untuk dapat menempati suatu posisi di perusahaan tersebut tanpa harus melewati tahapan recruitment seperti para pencari kerja lainnya.
- segala penjualan pada atau pembelian dari perusahaan yang menguntungkan pribadi.
Contoh :
Seorang pegawai melakukan sebuah transaksi penjualan lebih dari harga yang telah ditentukan oleh perusahaan dan melakukan transaksi pembelian yang harganya kurang dari batasan yang telah ditetapkan perusahaan sehingga memiliki keuntungan untuk pribadinya sendiri.
- segala penerimaan dari keuntungan, dari seseorang / organisasi / pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan.
Contoh :
Seorang pegawai mendapatkan keuntungan dari seorang manajer perusahaan baik berupa barang maupun uang.
Diposting oleh Nina Gusnedy di 22.07 0 komentar
Jumat, 28 Oktober 2011
TEORI ETIKA
1. Soal
sebutkan teori etika yang anda ketahui selain yang sudah di jelaskan ( minimal 3 ) ?
jawab :
A. Etika Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
1. Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban
2. Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik
3. Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal
B. Etika Egosentris
Yaitu etika yang mendasarkan diri pada berbagai kepentingan individu (self). Teori Egosentris didasarkan pada keharusan individu untuk memfokuskan diri dengan tindakan apa yang dirasa baik untuk dirinya. Teori Egosentris mengklaim bahwa yang baik bagi individu adalah baik untuk masyarakat. Menurut J.Sudriyanto (1992:4) Orientasi etika egosentris bukannya mendasarkan diri pada narsisme, tetapi lebih didasarkan pada filsafat yang menitikberatkan pada individu atau kelompok privat yang berdiri sendiri secara terpisah seperti “atom sosial”.
C. Etika Homosentris
Teori Etika Homosentris Yaitu etika yang bertolak belakang dengan etika egosentris dalam arti jika egosentris lebih menekankan pada individu, maka etika homosentrisme lebih menitikberatkan pada masyarakat. Asumsi yang digunakan oleh etika homosentrisme adalah sifat organismekanis dari alam. Setiap bagian merupakan bagian-bagian organ dari bagian lainnya. Jika salah satu bagian hilang maka keseluruhan akan kurang bahkan tidak berguna. Antar bagian dari suatu keseluruhan memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dan bersifat saling mempengaruhi. Namun, menurut J.Sudriyanto (1990: 16), dengan pandangan demikian sumber-sumber kekayaan alam dikuras terus menerus dengan dalih demi kepentingan dan kemajuan masyarakat.
2.soal
Sebutkan etika umum yang berlaku dimasyarakat ( minimal 5 ) ?
Jawab :
a.Sopan, ramah tamah, dan bertegur sapa saat bertemu dengan tetangga
b.Tidak saling menghina.
c.Ikut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti dilingkungan rumah.
d.Orang yang mencuri barang milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya,akan diberi sanksi yang tegas
e.tidak menggunakan tangan kiri saat makan
3.soal
bagaimana pendapat saudara tentang paham Heidonisme jika diterapkan di era saat ini ?
jawab :
menurut saya paham heidonisme tidak tepat jika diterapkan di era saat ini, karena sesuai dengan tujuan dari paham heidonisme itu menghindari kesengsaraan dan menikmati kebahagiaan sebanyak mungkin dalam kehidupan dunia maka paham ini dapat menghilangkan semua norma - norma yang telah berlaku di indonesia dan juga dapat menimbulkan kejahatan serta sikap yang menyimpang dan tidak terpuji akan terus menerus terjadi. sehingga paham ini sangat tidak baik jika diterapkan di era saat ini, karena akan menimbulkan sisi negatif yang tidak dapat dihindari oleh setiap masyarakat.
refrensi :
http://olivya-permata.blogspot.com/2011/10/teori-etika.html
http://bs-ba.facebook.com/topic.php?uid=116780403437&topic=12535
http://akhbart123c.blogspot.com/2011/10/teori-etika.html
http://litalitulatilatisayangsapi.blogspot.com/2011/10/teori-etika-di-masyarakat.html
Diposting oleh Nina Gusnedy di 05.29 0 komentar
Jumat, 29 April 2011
Differences of Education Indonesia and America
Education in Indonesia is centrally on the Ministry of National Education of Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia/Depdiknas). Education system in Indonesia is Centralization. Education system in United State (USA) refers to from Government characteristic system in there that is federal by way of decentralization system by means of government states of America. The prominent leader of system education in there is department education federal government.
Education Instates in Indonesia just for certificate printing machine. A Lot of education department giving promise: graduate quickly, get certificate, and others. What can we hope from education like that? Maybe Ki Hajar Dewantoro will cry to look at education condition now. Not again to educated nation living (like wrote in UUD 45), but more similar with old machine which put outside product which difficult trade on the quality.
Education in Indonesia is more direct to prepare labor force "worker" now. Because worker’s think, all of the memorized given to students. And just for one thing: CERTIFICATE! Yeach, certificate, certificate, certificate that needed to find job. Idealism for change this condition, for teach living philosophy, and to teach the morality is limited.
Now, Education in Indonesia is very expensive. Yeach, poor people can’t enter in school! But that is the fact. “School must expensive”, that is stigma which planted in our think. Is it right??? That is not right; they who talk like that never see the condition. America, Malaysia, in fact Cuba can make their education very cheap. Likely, the most important for education just get certificate for find the job. Although, Education’s aim is building individually morality and knowledge.
In Indonesia, Ujian Akhir Nasional (UAN) became the controversy. Because UAN valuable ‘cut off’ the students who did not graduate. Other that, UAN as if requirement to graduate became ghost which frighten whoever: students, parent, and teacher. Different with America, if students can not exhausted standard value, school can not became that reason did not graduate. Students can take next level or continuo their study. But, their must correct their value like make time for study.
This wisdom is suitable with USA consistency to become their education as human right. On January, 8th 2001, President George W Bush validated The Education Principal with name "No Child Left behind Act". All of education system in USA and than clarified with other ways for all child.
Although that, in society still did not satisfied. Like example in New York stage, there are any accusations for donation educations system more focus to child which disable. The judge declared New York is not equitable in donation education and they must make new principal which give donation more for education.
I ever read article in Internet, “Education in Indonesia is dictator education”. As we know, students must graduate from their examination to continuo their study. Moreover, the teacher never appraises and doesn’t give freedom to express their think. Students must obedient to education curriculums which hold on textbook and material to be memorize.
Different with education in America, Students get freedom for choose the lesson and students can to express all of thing which in their think. In USA, the teachers are appraising the argument without restrict the students’ creativities. With the result that students very likely go to school and very likely to do assignment from school which interest. In there every student accepted with differences and little skill appraised, with the result that students can motives for study. Creativities and initiatives is appraise, simple and strange their initiative. Motives for study develop with better, also thinking skills, initiatives, and creativities. Maybe that is making America different with Indonesia.
The strengthening Indonesia-U.S. partnership has led to several important education initiatives. Officials from both countries have expressed the conviction that education is the base upon which future understanding and cooperation will be built. As the two democracies draw closer, this foundation grows stronger.
Cooperation spans all levels of education. For young children, the U.S. sponsors an Indonesian version of the popular American show "Sesame Street." This show, called Jalan Sesama in Indonesian, should begin broadcasting in November 2007.
To help improve grade-school education, the U.S. has launched a $157 million dollar education initiative. First announced in a joint statement between President Megawati Sukarnoputri and President George W. Bush in 2003, this program is beginning to show results. To date, it has reached over 1,500 schools, 24,000 teachers, and 400,000 students - an incredible set of accomplishments.
University-level cooperation has also been strong. Education and cultural exchange has blossomed under Indonesia's Darmasiswa scholarship and America's AFS and Fulbright programs. Further, university-to-university links - such as those with 50 promising Indonesian universities - are expanding quickly.
In addition to government efforts, non-governmental organizations have also helped strengthen Indonesian-U.S. educational ties. The Indonesian American Education Foundation (www.aicef.org), and the Indonesian International Education Foundation (www.iief.or.id), for instance, offers fellowship support for Indonesians to pursue graduate study in the United States, The U.S.-Indonesia Society (www.usindo.org), works to expand cultural education opportunities in Indonesia to all Americans through its Summer Program.
Further details about Indonesian-U.S. education cooperation follows.
1. Darmasiswa Scholarship
The Darmasiswa scholarship supports Americans as they study Indonesian culture, arts, and language at Indonesian universities.
2. American Field Services
The AFS/YES exchanges high school students for greater cultural understanding among youth.
3. AMINEF
The American Indonesian Exchange Foundation offers Fulbright scholarship programs for Indonesians to study at American universities.
4. USAID Indonesia
The website of the U.S. Agency for International Development's efforts to support education in Indonesia.
5. The Indonesian International Education Foundation
The IIEF manages a variety of scholarship programs from non government sources for Indonesians to study at American universities
refrensi :
http://ardian-dc.blogspot.com/2011/04/perbedaan-sistem-pendidikan-di.html
http://www.embassyofindonesia.org/ina-usa/education.htm
Diposting oleh Nina Gusnedy di 07.06 0 komentar
Jumat, 25 Maret 2011
History Of Toefl
The Test of English as a Foreign Language (TOEFL) is the standardized test by which the English-language skills of non-native speakers are evaluated. The test is required by most colleges and some employers to make sure students and employees are capable of handling the linguistic challenges of cultural immersion. The test is designed by the Center for Applied Linguistics and administered by the Educational Testing Service.
From 1964 until 1998, test-takers took the TOEFL paper-based test, which was given like a traditional exam. This test was originally based on discrete-point testing, which tests one particular area of language knowledge per question and extrapolates a score that gives an overall view of the student's level. The paper-based test was scored from 310 to 677. However, as linguistic models changed, the Educational Testing Service (ETS), which administers the TOEFL, decided to change the test format as well.
Started in 1998, the computer-based TOEFL test kept some discrete-point questions, but also tested vocabulary and other skills directly. The computer-based test worked on an adaptive model: the questions a student saw depended on his answers to the first question in a given section. If he got the first few questions wrong, he would receive easier questions and thus a lower score. The computer-based test was scored on a scale of 0 to 300 points.
In 2005, ETS began to phase out the computer-based test in favor of the current Internet-based test. This test contains no discrete-point questions and is not adaptive: all students see the same questions, regardless of whether or not they answer the first questions correctly. The TOEFL Internet-based test appeared first in the United States, Canada, France, Germany and Italy in 2005, before gradually spreading to other parts of the world in 2006. It is scored on a scale of 0 to 120.
1.Background
Based in Washington, D.C., the Center for Applied Linguistics (CAL) is a nonprofit organization committed to researching the relationship between language and culture. Founded in 1959, its first director was Charles A. Ferguson (1921-1998), who had administered similar programs in the Middle East and taught as a professor at Harvard University. Ferguson guided the center to develop practical solutions for the applied language and literacy concerns of international and national governments.
2.Origin
One of Ferguson's earliest projects was to develop a test that would quantify the command of the language that ESL (English-as-a-Second-Language) students and government employees had. Ferguson and fellow applied linguistics researchers developed the TOEFL test for the first five years of the CAL. In 1964, the first official TOEFL test was taken at the center.
3.Development
Since the late 1960s, the TOEFL test has been administered by the Educational Testing Service (ETS), an international standardized-testing organization. According to ETS, between 1964 and 2008, 24 million people, largely international students, have taken the test. Introduced in 2005, the Internet-based test has replaced the computer-based and paper-based formats, with the computer-based results ruled no longer valid as of 2006.
4.Organization
Since the early 1970s, the 15-member TOEFL board has dealt with specific problems regarding the organization. This board is comprised of educators and government and industry representatives who are involved in international education. A board of 12 language specialists form the TOEFL Committee of Examiners, which addresses any concerns with the test's content and methodology, keeping the test valid.
5.Composition of Test
Since 1998, the paper test has been made up of 30 listening-based questions, 40 "written-expression" questions, 50 reading-comprehension questions, and a 300-word essay. The Internet-based test includes four sections: answering questions on a 700-word passage and questions on 30 minutes of an audio sample, as well as six speaking and written-composition tasks. The Internet-based test has also implemented tables and other formats into the test.
TOEFL Today
Today, the TOEFL is broken down into four sections, designed to measure the test-taker's skills in reading, listening, writing and speaking. Each section is scored on a scale of 0 to 30, for a maximum total of 120 points. The paper-based test is still available in some parts of the world; however, the Internet-based test is much more common and more widely accepted.
Refrensi tulisan :
http://www.ehow.com/about_6628612_toefl-history.html
http://www.ehow.co.uk/about_6598882_history-toefl-exam.html
Diposting oleh Nina Gusnedy di 09.01 0 komentar
Selasa, 04 Januari 2011
Complain Letter
PT MERAH PUTIH
Electronic And Service
Jl. Raya cempaka mas no : 102 jakarta
Januari 4,2011
PT CAHAYA ADVERTISING
Jl. Pinggiriran kali no : 5
Jakarta
Dear Sirs,
OUR ORDER NUMBER 1198
We ordered 15 units Laptop on 20 desember 2010 they were delivered on 3 januari 2011. I regret that 4 of them have problem with Lcd .
The package containing these goods appeared to be in perfect condition and I accepted and signed for it without question. It was on unpacking the laptop the damage was discovered; I can only assume that laptop was due to careless handling at same stage prior to packing.
I am enclosing a list of the damaged goods and shall be glad if you will replace them. They have been kept aside in case you need them to support a claim your supplier for compensation.
Yours Faithfully,
FEBRINA GUSNEDY
Personalia
refrensi :
http://rezagood.wordpress.com/2009/07/20/84/
Diposting oleh Nina Gusnedy di 21.03 0 komentar