Minggu, 21 Maret 2010

SIKAP GENERASI MUDA TERHADAP BAHASA INDONESIA

Sulitkah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar?
Di era globalisasi saat ini, jarang sekali kita temukan orang – orang yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mengapa hal demikian itu bisa terjadi, padahal bangsa Indonesia ini di persatukan dari segala perbedaan dengan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Dengan fase modrenisasi, bangsa Indonesia seakan ter hipnotis dengan perkembangan zaman. Semakin berkembang zaman, maka semakin berubah pula bahasa yang di gunakan.
 
Contohnya saja pada saat ini, bahasa yang paling sering di gunakan di kalangan remaja adalah bahasa “GAUL”. Padahal kita mengetahui dari dulu,bahwa bangsa Indonesia tidak mengenal yang namanya bahasa gaul. Bahasa yang banyak menyerap istilah dari bahasa asing, bahasa yang saat ini banyak di gunakan dalam kehidupan sehari – hari, padahal bahasa Indonesia merupakan simbol kebudayaan bangsa indonesia . sudah seharusnya kita melestarikan budaya Indonesia, dengan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
 

Namun sangat disayangkan jika masyarakat menelan mentah-mentah setiap istilah-istilah asing yang masuk dalam Bahasa Indonesia. Ada baiknya jika dipikirkan dulu penggunaannya yang tepat dalam setiap konteks kalimat. Sehingga penyusupan istilah-istilah tersebut tidak terlalu merusak tatanan bahasa nasional. 
Dengan maraknya istilah asing yang kian menjamur di Indonesia, mulai dari judul film, judul buku, judul lagu, rumah makan  sampai pemberian nama merk produk dalam negeri. Bahkan iklan yang ada di media elektronik maupun cetak juga tidak menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik, bahasa Indonesia ini sengaja di ubah – ubah dengan tujuan agar menarik minat pembacanya ( bersifat komersil ). 

Tidak salah jika hal ini di jadikan alasan untuk tidak menggunakan bahasa Indonesia menurut ejaan yang disempurnakan, akan tetapi  kita pasti akan kesulitan membedakan mana bahasa Indonesia yang sesuai dengan ejaan dan yang tidak sesuai dengan ejaan jika hal tersebut menjadi kebiasaan. Hal ini dapat merusak tatanan bahasa Indonesia yang sebenarnya, haruskah kita merusak bahasa persatuan bangsa kita ini? 

Jika kita menelusuri sejarah bahasa Indonesia pada zaman dulu, Sejak di ikrar kannya sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, yang salah satu dari isi sumpah pemuda tersebut berbunyi “ kami putra putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia”. Yang disusun berdasarkan rasa nasionalisme dan patriotisme untuk mempersatukan bangsa Indonesia, dari perbedaan suku, ras, maupun agama yang ada di Indonesia. Dengan perbedaan inilah bangsa Indonesia mengikrarkan sumpah pemuda yang akan menjadi landasan bagi bangsa Indonesia. Betapa bangganya rakyat Indonesia pada masa itu, ketika bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa nasional Indonesia.

referensi :

http://wearesister.blogspot.com/2009/01/eksistensi-bahasa-indonesia-untuk.html
http://naughtycat.ngeblogs.com/2009/09/17/bahasa-indonesia-yang-kehilangan-eksistensinya/

0 komentar: